Gerak12.com- Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jambi, akan melakukan investigasi ke SMA Titian Teras Abdurahman Sayoeti. Investigasi itu dilakukan pasca terjadinya penganiayaan terhadap MRD yang dipukul oleh sesama rekannya berinisial (DI) di ruang laboratorium sekolah.
Insiden yang terjadi dalam lingkungan sekolah terbaik di propinsi Jambi ini, sontak menjadi perbincangan hangat dibumi sepucuk Jambi sembilan lurah baru baru ini. Hal ini menjadi konsentrasi serius berbagai pihak terhadap pola edukasi siswa disekolah bertarap nasional ini.
Atas hal itu ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jambi Saiful Roswandi menjadwalkan Selasa 7/12/2021 akan melakukan investigasi ke sekolah.
”Kami akan cek ke sekolah atas kebenaran kasus ini. Untuk mengetahui apa sesungguhnya yg terjadi,” Ujar Ketua Ombudsman Jambi yang akrab disapa Bung Ros, Kepada Gerak12.com 5/12.
Untuk diketahui kejadian pemukulan terhadap siswa berinsial MRD itu terjadi pada 04 November 2021 yang lalu. Akibat insiden pemukulan itu, MRD mengalami luka-luka hingga harus dijahit di bagian pelipis dan bawah bibir sebanyak 9 jahitan.
Sebelumnya orang tua korban MRD meminta kepada Gubernur Jambi dan pihak terkait untuk memberikan sanksi pencopotan dari jabatan Kepala SMA Titian Teras Abdurahman Sayuti Pahrin Wirnadian atau dipindahkan dari sekolah tersebut.
“Saya minta keadilan pelaku di hukum. Keluar dari sekolah dan kepala sekolah dipindahkan dari sekolah. Karena tidak bertanggung jawab terhadap anak saya,” kata RD kepada inilah Jambi, media patner Gerak12.com belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMA Titian Teras Abdurahman Sayuti, Pahrin Wirnadian, ketika dikonfirmasi inilahjambi beberapa waktu lalu membantah atas semua tudingan yang menyudutkan dirinya dan sekolah. Namun Fahrin membenarkan adanya kejadian pemukulan yang membuat salah seorang siswanya MRD, mengalami luka-luka. Namun menurut dia, tidak seluruh keterangan versi orang tua MRD benar.
“Kejadian sudah satu bulan lalu.
Yang mukul masih diskors, yang luko sudah sembuh dan sudah sekolah. (Tapi cerita orang tua MRD) terlalu menyudutkan sekolah. Ada yang tidak sesuai fakta. Cerita yang sebenarnya, sesuai olah TKP oleh kepolisian,” kata Pahrin Jumat 3 Desember 2021 lalu.
















Discussion about this post