• Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Karir
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami
Semua Bisa Bicara
  • PARLEMEN
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • HUKUM
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • MOTIVASI
  • SEREMONI
  • PARLEMEN
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • HUKUM
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • MOTIVASI
  • SEREMONI
Semua Bisa Bicara
  • PARLEMEN
  • DAERAH
  • HUKUM
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • MOTIVASI
  • SEREMONI
ilustrasi fenomena supermoon/Net

ilustrasi fenomena supermoon/Net

Bulan Ini Ada Fenomena Hujan Meteor dan Supermoon

Kamis, 1 April 2021
A A
ShareTweetSendScan

GERAK12 – Bagi pecinta astronomi, ada baiknya kalian mencatat rangkaian fenomena alam bulan April 2021. Sebab di bulan keempat tahun ini, akan terjadi puncak hujan meteor Lyrid hingga Supermoon.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah merangkum fenomena alam yang berlangsung bulan April, seperti dilansir detikINET kutip di website Lapan, Kamis (1/4/) yaitu sebagai berikut:
1-2 April Konjungsi Bulan Antares

ARTIKELTERKAIT

Formasi CPNS 2024 di Kemhan Jauh Lebih Banyak Dibanding PPPK

KPK Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Korupsi Tukin Pegawai Kementerian ESDM

Tim Tabur Amankan Buronan Kasus Korupsi Dana Koperasi di Padang

Dewan Pers Hanya Melindungi Karya Jurnalistik Berkualitas

Hasil Seleksi Guru PPPK di Umumkan Paling Lambat 10 Maret

Edy Rahmayadi: Saya Titipkan Sumut Kepada Insan Pers

Di awal bulan, kalian akan langsung dihadapi peristiwa alam berupa puncak konjungsi bulan Antares yang terjadi pada 2 April 2021 pukul 03.49 WIB, untuk Indonesia bagian tengah pukul 04.49 WITA, dan Indonesia bagian timur pada pukul 05.49 WIT.

Akan tetapi, fenomena ini sudah dapat disaksikan sejak 1 April pukul 21.45 waktu setempat dari arah Timur-Tenggara hingga keesokan paginya, ketika fajar bahari berakhir dari arah Barat-Barat Daya.

Sudut pisah bervariasi antara 6,64° hingga 4,58°. Magnitudo Antares sebesar 1,05, sedangkan fraksi Iluminasi Bulan bervariasi antara 79,3% hingga 77,2% (Bulan Susut/Cembung Akhir).

4 April – Fase Bulan Perbani Akhir

Fase perbani akhir adalah salah satu fase bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90°). Kejadian berlangsung setelah fase Bulan Purnama.

Lapan menyebutkan puncak fase bulan perbani akhir terjadi pukul 17.02.27 WIB/18.02.27 WITA/19.02.27 WIT. Bulan perbani akhir ini dapat dilihat saat terbit sebelum tengah malam dari arah timur-tenggara, berkumulasi di arah selatan menjelang terbit Matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat daya sekitar tengah hari.

Pada posisi ini, sang satelit alami Bumi itu berada jarak 376.541 km dari Bumi (geosentrik) dan berada di sekitar konstelasi Sagitarius.

6-8 April – Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Saturnus

Bulan akan mengalami konjungsi tripel dengan Jupiter dan Saturnus selama tiga hari berturut-turut sejak 6-8 April 2021. Kalian bisa menyaksikan fenomena alam ini di arah Timur-Tenggara dekat konstelasi Capricornus sejak pukul 03.00 waktu setempat hingga fajar bahari berakhir.

Magnitudo Jupiter sedikit bervariasi antara -2,08 hingga -2,09. Sedangkan magnitudo Saturnus konstan di angka +0,75. Bulan, berfase sabit akhir ketika konjungsi tripel dengan iluminasi bervariasi antara 34,4% sampai 15,8%.

12 April – Fase Bulan Baru dan Konjungsi (Tripel) Bulan-Venus-Matahari

Fase Bulan baru disebut juga konjungsi solar Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak di antara Matahari dan Bumi dan segaris dengan Matahari dan Bumi.

Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, bayangan Bulan tidak selalu jatuh di permukaan Bumi ketika fase Bulan baru, sehingga fase Bulan baru tidak selalu beriringan dengan gerhana matahari.

fase bulan baru kali ini terjadi pada 12 April, tepatnya pukul 09.30.43 WIB/10.30.43 WITA/11.30.43 WIT dengan jarak 403.642 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Pisces.

Lapan mengatakan Bulan tidak hanya membentuk konjungsi dengan Matahari, melainkan juga dengan Venus yang dapat disebut juga konjungsi tripel Bulan-Venus-Matahari, dan ketika Matahari, tersisa Bulan dan Venus yang tampak berdekatan dengan sudut pisa antara 2,6° hingga 2,55° selama 10-15 menit sebelum keduanya terbenam.

15 April – Apogee Bulan

Apogee Bulan adalah konfigurasi saat Bulan terletak paling jauh dengan Bumi. Ini disebabkan oleh orbit Bulan yang terbentuk elips terhadap Bumi.

Apogee Bulan dapat diamati ketika terbit pukul 11.00 waktu setempat dari arah Timur-Timur Laut, berkulminasi di arah utara sekitar pukul 17.00 waktu setempat dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Bulan berjarak 406.137 km dari Bumi dan berada di sekitar konstelasi Aries dengan iluminasi 6,1% (sabit awal) ketika apogee.

7 April – Okultasi Mars oleh Bulan

Selang satu hari berikutnya ada okultasi Mars oleh Bulan yang merupakan fenomena astronomi ketika Mars melintasi di belakang Bulan, sehingga tampak tertutupi oleh Bulan.

Hal itu dikarenakan jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibandingkan dengan jarak Bulan ke Bulan. Secara global, okultasi Mars oleh Bulan terjadi pada 17 April mulai pukul 16.25 WIB hingga 21.35 WIB.

Wilayah yang dapat menyaksikan fenomena alam ini, India bagian timur, Sri Lanka, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Indonesia bagian barat.

19 April – Konjungsi Superior Merkurius

Merkurius mengalami konjungsi superior pada 19 April pukul 08.56 WIB. Lapan menjelaskan konjungsi superiori Merkurius adalah konfigurasi yang berlaku pada Merkurius dan Venus, yakni ketika Merkurius, Matahari, dan Bumi terletak pada satu garis lurus dan Merkurius membelakangi Matahari.

19 April – Konjungsi Bulan-Pollux

Pada tanggal yang sama berlangsung puncak konjungsi Bulan-Pollux tepatnya pada pukul 01.18 WIB/02.18 WITA/03/18 WIT.

Kendati begitu, fenomena alam ini bisa disaksikan sehari sebelumnya saat fajar bahari dari arah utara-barat laut hingga sebelum tengah malam dari arah barat-barat laut.

Sudut pisah bervariasi antara 4,72° hingga 3,68°. Magnitudo Antares sebesar +1,15, sedangkan fraksi iluminasi bulan bervariasi antara 41,7% hingga 43,2%.

20 April – Fase Bulan Perbani Awal

Fase perbani awal adalah salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut siku-siku dan terjadi sebelum fase bulan Purnama.

Puncak fase bulan perbani awal pada pukul 13.58.51 WIB/14.58.51 WITA/15.58.51 WIT. Lapan mengatakan fenomena alam ini dapat disaksikan ketika terbit 30 menit setelah tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara ketika senja bahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut 30 menit setelah tengah malam.

21-30 April – Konjungsi Merkurius-Venus

Merkurius akan mengalami konjungsi dengan Venus selama 10 hari berturut-turut. Sudut pisah Merkurius-Venus awalnya sebesar 4,02° kemudian mengecil hingga mencapai 1,18° ketika puncak konjungsi pada 25 April dan keesokan harinya, sudut pisah Merkurius-Venus membesar hingga 4,09°.

22-23 April – Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrid adalah hujan meteor tahunan yang titik radiannya berada di konstelasi Hercules dekat Vega, bintang paling terang di konstelasi Lyra.

Diketahui, hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher. Sebetulnya, hujan meteor ini akti sejak tanggal 16-25 April, tetapi puncaknya terjadi pada 22 April pukul 19.00 WIB/20.00 WITA/ 21.00 WIT.

Lapan mengungkapkan fenomena alam ini bisa diamati sejak terbit di arah barat laut sekitar pukul 22.15 waktu setempat sampai fajar bahari berakhir keesokan harinya.

27 April – Bulan Purnama Perige (Bulan Super/Supermoon)

Puncak purnama ini akan terjadi pada pukul 10.31.29 WIB/11.31.29 WITA/12.31.29 WIT dengan jarak geosentrik 357.616 km, berdiameter sudut 33,41 menit busur dan terletak di konstelasi Libra.

Sedangkan, perige Bulan terjadi pukul 22.29.48 WIB/23.29.48 WITA/00.29.48 WIT dengan jarak geosentrik 357.378 km, berdiameter sudut 33,43 menit busur dan terletak di konstelasi Libra.

Adapun, penyebutan Bulan Super atau Supermoon lantaran jaraknya cukup berdekatan dengan titik perige.

27 April – Perihelion Merkurius

Masih di tanggal yang sama terjadi perihelion Merkurius. Perihelion secara umum adalah konfigurasi ketika planet berada di titik terdekat dari Matahari.

Kalian bisa mengamati perihelion Merkurius pukul 08.48 WIB/09.48 WITA/10.48 WIT dengan jarak 46 juta km dari Matahari. Perihelion Merkurius sebelumnya sudah terjadai pada 29 Januari dan seri berikutnya akan terjadi 24 Juli dan 20 Oktober 2021.

28-29 April – Konjungsi Bulan-Antares

Fenomena alam bulan April ini ditutup dengan konjungsi Bulan-Antares yang kedua. Hal ini dikarenakan periode sideris Bulan selama 27,32 hari.

Puncak konjungsi Bulan-Antares terjadi pada 29 April pukul 13.07 WIB/14.07 WITA/ 15.05 WIT, meskipun itu bisa disaksikan sehari sebelumnya pukul 20.00 waktu setempat dari arah timur-tenggara hingga keesokan paginya ketika fajar bahari dari arah barat-barat daya.

Previous Post

Sejak Terbit SK, Tim Tekhnis Dari Dinkes Batanghari Belum Pernah Ngantor

Next Post

Rayuan Dahsyat Duda Dibekuk Polisi, Setubuhi Gadis 14 Tahun Saat Sedang Haid

Next Post

Rayuan Dahsyat Duda Dibekuk Polisi, Setubuhi Gadis 14 Tahun Saat Sedang Haid

Mendagri Setujui Kampus IPDN Sumsel, Gubernur: Dari Jambi Bisa Kesini

Pj Gubernur Jambi Ingatkan ASN dan PTT Tak Boleh Berpihak di PSU

Suasana Pasar Angso Duo Jambi/Net

Sudirman Klaim Harga Daging Sapi Pasar Angso Duo Normal, Naik pun Cuma Rp150 Ribu

ilustrasi meninggal dunia. Foto: Net

Nyawa Siswa SMAN Melayang Warnai Piala Wakil Wali Kota Jambi 2021

Discussion about this post

TERBARU

SEREMONI

Gubernur Al Haris: Hari Kesaktian Pancasila Jadi Refleksi Anak Bangsa bahwa Pancasila Pernah Dirongrong

by Redaksi
Kamis, 1 Oktober 2026
0

Gerak12 - Pemerintah Provinsi Jambi memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara yang berlangsung khidmat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, Kamis...

Read more
MOTIVASI

Maxim dan Dinas Pendidikan Jambi Hadirkan MAXIM QUIZ: ENGLISH BRAIN, Dorong Pelajar Siap Hadapi Dunia Global

by Redaksi
Kamis, 1 Oktober 2026
0

Gerak12- Maxim Indonesia bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sukses menyelenggarakan MAXIM QUIZ: ENGLISH BRAIN untuk pertama kalinya di Kota Jambi,...

Read more
SEREMONI

Ariansyah Apresiasi Ekspor Kopi Jambi ke Pakistan, Nilai Perdagangan Ditargetkan Rp18 Miliar

by Redaksi
Sabtu, 18 Juli 2026
0

Gerak12- Upaya memperluas pasar ekspor kopi Jambi kembali menunjukkan hasil positif. PT Alko Sumatra Kopi resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU)...

Read more
SEREMONI

Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Al Haris Perjuangkan MRI Baru dan Tambahan Dokter Spesialis untuk RSUD Raden Mattaher

by Redaksi
Kamis, 16 Juli 2026
0

Gerak12- Gubernur Jambi, Al Haris dampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Raden Mattaher...

Read more
SEREMONI

Gubernur Al Haris Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD: Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Kesejahteraan Masyarakat

by Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026
0

Gerak12- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menyampaikan jawaban dan tanggapan resmi Pemerintah Provinsi Jambi atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi...

Read more
SEREMONI

Gubernur Al Haris Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Bukit Tengah di Kerinci

by Redaksi
Minggu, 5 Juli 2026
0

Gerak12- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Tengah...

Read more
SEREMONI

Gubernur Al Haris Dianugerahi Gelar Adat Kehormatan Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh

by Redaksi
Sabtu, 4 Juli 2026
0

Gerak12- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH yang bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam kembali mendapat gelar adat kehormatan dari...

Read more
SEREMONI

Gubernur Al Haris Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Pengabdian Polri untuk Bangsa dan Daerah

by Redaksi
Rabu, 1 Juli 2026
0

Gerak12- Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan di Lapangan Garuda...

Read more
SEREMONI

Kukuhkan Pejabat BPKP, Gubernur Al Haris Pertegas Komitmen Bersama Kawal Keuangan Daerah

by Redaksi
Selasa, 23 Juni 2026
0

Gerak12- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH mengukuhkan Zulherizal sebagai Kepala Perwakilan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan) Provinsi Jambi,...

Read more
SEREMONI

Hj Hesti Haris Hadiri Wisuda Akbar Ponpes Darul Arifin ke-5

by Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026
0

Gerak12- Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) menghadiri Wisuda Akbar Ponpes Darul Arifin Jambi ke-5 Tahun...

Read more
  • Beranda
  • Disclaimer
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • Karir
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang Kami

© 2021 Gerak 12 - Alamat Redaksi di Jalan Kapten Pattimura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

No Result
View All Result
  • PARLEMEN
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • HUKUM
  • POLITIK
  • NASIONAL
  • MOTIVASI
  • SEREMONI

© 2021 Gerak 12 - Alamat Redaksi di Jalan Kapten Pattimura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.